Minggu, 10 Februari 2013

Kesenian Desa Rowosari



Di tahun 2012 para kepala keluarga di Desa Rowosari mendapatkan suatu kebanggaan tersendiri dikarenakan anak – anak mereka yang tergabung dalam “marching band” SDN Rowosari telah berhasil menjadi “marching band” terbaik kedua yang ada di kab. Batang.
Guna mengembangkan bakat siswa serta untuk  melestarikan seni modern pemerintah Desa Rowosari, SDN Rowosari dan pihak-pihak lain yang turut berkontribusi sangat mendukung demi kelangsungan kesenian modern ini. “Kepada tim “marching band” SDN Rowosari diucapkan selamat, semoga suatu saat mendapat hasil yang  lebih baik dari sekarang,” Kepala Sekolah SDN Rowosari yang juga turut serta membawa kontingen tersebut ke Batang.


KESENIAN MARCHING BAND
Salah satu kesenian yang berkembang di Desa Rowosari adalah marching band, dimana para pemainnya berasal dari kelas 4 hingga kelas 6 SD Rowosari. Marching band di Rowosari terbentuk sejak tahun 2012 namun telah berhasil menjadi juara 2 di Kabupaten Batang. Untuk mendukung anak-anak tetap melestarikan kesenian modern ini maka pihak sekolahan membantu dan berusaha menyediakan kelengkapan marching band secara bertahap. Adanya kesenian modern berupa marching band ini diharapkan dapat menjadikan Desa Rowosari lebih dikenal masyarakat luas.
Dalam tim marching band Desa Rowosari terdiri sekitar 60 anak baik laki-laki maupun perempuan. Setiap anak telah dilatih menggunakan alat sesuai dengan perannya masing-masing. Ada juga beberapa anak yang bertugas menjadi mayoret dan pembawa bendera marching band. Untuk alat-alat yang dimainkan anak-anak terdiri dari bass drum , pianika, dll. Keseluruhan kombinasi dari alat-alat tersebut kini telah dapat dimainkan oleh anak-anak Rowosari menjadi irama yang indah untuk di dengarkan. 

Prestasi Desa Rowosari


Rowosari adalah sebuah desa kecil di kecamatan Limpung kabupaten Batang. Dari desa inilah lahir prestasi-prestasi yang membanggakan dari para anak mudanya. Prestasi tersebut antara lain adalah Lomba Cerdas Cermat atau biasa disebut LCC dan Marching Band. Pada tingkat kecamatan, Sekolah Dasar di Desa Rowosari masuk pada urutan 10 besar dan juara  pada tingkat  ke 6 pada Lomba LCC antar desa di Kecamatan Limpung. Dan yang lebih membanggakan lagi, Tim Marching Band SD Negeri Rowosari mendapatkan juara ke-2 pada Lomba Marching Band yang diadakan pada tingkat Kabupaten. Hasil kerja keras yang maksimal ini merupakan hasil dari keseriusan dan ketekunan para anak-anak didik SD Negeri Rowosari dan para guru yang sangat membantu dan memotivasi para muridnya untuk terus berjuang dan berlatih tanpa putus asa. Harapan besar dari para murid dan guru tentunya tidak hanya akn berhenti di peringkat 2 saja. Target Lomba berikutnya adalah mampu mendapatkan juara 1 tingkat Kabupaten dan mampu bersaing di tingkat Provinsi

Pelantikan Sekretaris Baru Desa Rowosari



Tanggal 3 Februari 2012 merupakan hari dimana Pemerintah Desa Rowosari terutama bagi Kepemimpinan Kepala Desa RISMANTO di karnakan tanggal tersebut Pemerintah Desa bersama Masyarakat Desa Rowosari telah melaksanakan pelantikan sekertaris desa baru tahun 2012 guna memenuhi pelayanan kepada masyarakat Desa Rowosari.



Pelantikan sekertaris desa baru Desa Rowosari tersebut yang dipimpin langsung oleh CAMAT Kecamatan Limpung Bapak AHMAD HADI HAKIM ini merupakan salah satu Kemajuan dan keberhasilan pembangunan Desa dibawah kepemimpinan Bapak Rismanto sesuai dengan Motonya yaitu Bersama Membangun Desa Rowosari.
Sebagaimana Kutipan Kepala Desa dalam kata sambutanya " Pelantikan sekertaris desa tersebut di persembahkan untuk Masyarakat Desa Rowosari dan semoga sangat bermanfaat bagi kemajuan Desa di masa mendatang dan siapapun yang menjabat sebagai sekertaris desa tersebutlah sebagai pelayanan Masyarakat Desa Rowosari".

Hal itu sejalan dengan penyampaian Bapak Camat " beliau sangat bangga dengan apa yang telah di capai oleh Pemerintah Desa Rowosari tersebut bahwa dengan demikian Pemerintah Desa telah sangat transparan dalam pelantikan sebuah kepengurusan tingkat desa, bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Rowosari Khususnya dan Masyarakat Batang pada umumnya"

UMKM Desa Rowosar


Desa rowosari adalah salah satu desa yang berada dalam wilayah kecamatan limpung. Desa Rowosari yang terdiri dari  4 dukuh dan rata-rata setiap dukuh memiliki berbagai umkm. Ada pun beberapa umkm yang dimiliki desa tersebut dijadikan pula sebagai mata pencaharian masyarakat setempat atau hanya sekedar penghasilan tambahan. Macam-macam umkm yang dimaksud antara lain yaitu
  1. Peternakan Lele

Letak peternakan lele yang terbesar yaitu pada dukuh Paten dan Pencar. Lele-lele tersebut akan di pelihara dari bibit hingga menjadi lele jumbo setelah itu akan dijual kepada produsen atau yang sering menjadi pelanggannya, biasanya yang memiliki warung makan yang letaknya tidak jauh dari desa Rowosari juga.
Didalam pertenakan lele ini, kolamnya di bagi menjadi sekitar ada 5 kolam. Ikan yang masih menjadi bibit dikelompokan sesama bibit-bibitnya. Hingga kolam yang berisikan lele jumbo. Kebanyakan permintaan dari para penjual warung makan yaitu lele yang ukurannya sedang saja yaitu panjangnya sekitar 36cm. Ukuran tersebut sudah menjadi ukuran yang standar apabila akan diolah lagi untuk kebutuhan warung makan. Dan tak sedikit juga yang mengambil dari pertenakan lele ini adalah orang-orang sekitar desa Rowosari juga.

  1. Peternakan Ayam

Peternakan ayam adalah umkm yang dimiliki oleh semua dukuh yang ada di Rowosari. Sehingga peternakan ayam merupakan potensi unggulan yang dimiliki desa tersebut. Peternak biasanya menjual langsung pada pelanggannya, karena  peternakan ini adalah milik perseorangan dan biasanya dijual pada luar daerah Rowosari. Ayam-ayam tersebut dijual untuk kebutuhan pasar ataupun rumah makan juga.
Peternakan ini tidak menjual dalam bentuk ayam olahan, tetapi dari kandang langsung ayam yang masih hidup aakan dijual langsung pada pedagang ayam lainnya. Namun pada tahun lalu ayam-ayam dalam peternakan ini pernah terserang penyakit, belum diketahui penyebabnya apa oleh pemiliknya. Untuk mencegahnya para peternak ayam selalu menjaga kebersihan dan mengecek hewan ternaknya secara berkala, bila terlihat ada yang beda ayam tersebut akan dipisahkan dengan hewan ternak lainnya. Sehingga cara tersebut dapat meminimalisir keadaan yang tidak diinginkkan.




  1. Masker
         
   Masker adalah potensi yang terbesar yang ada di desa Rowosari yang dijadikan buruh masker sebagai mata peghasilan tambahan di dalam rumah tangganya, terutama bagi para ibu-ibunya. Setiap rumah yang ada di desa Rowosari tak sedikit yang memiliki mesin jahit dan dalam waktu-waktu luangnya membuat masker. Bila kita mengunjungi desa Rowosari akan banyak kita temui ibu-ibunya yang sedang menunggu anaknya disekolah disambi dengan membuat masker di sekolahan tersebut. Sehingga ibu-ibu disini sangat efesien dalam memanfaat waktu.
Sebenarnya buruh masker itu tidak di berikan  target untuk mencapai berapa masker yang harus dikerjakan dalam sehari. Masker-masker yang dibuat dibedakan menjadi dua ukuran yaitu ada yang kecil dan ada yang besar juga. Biasanya harga yang diberikan untuk masker kecil dijual dengan harga Rp.500 dan yang besar sekitar Rp.800 kepada para distributornya. Jadi yang dibayarkan hanya jasa pembuatan dari masker tersebut karena setiap buruh masker yang mengambil umkm masker ini sudah dari pusatnya diberikan lengkap untuk bahan-bahannya. Sehingga yang akan dihargai hanya jasa dari proses pembuatan masker.

PROFIL PENDUDUK (SOSIAL KEMASYARAKATAN)


A.   
1.      Komposisi Penduduk
1.1  Komposisi Penduduk Berdasarkan  Kepadatan Penduduk
         Desa Rowosari terdapat 4 dusun (4 RW) yang terdiri dari dukuh Rowosari (RW 1), dukuh Pencar (RW 2), dukuh Paten (RW 3) dan dukuh Adiloko (RW 4). Dukuh Rowosari terdapat 5 RT yang terdiri dari 159 KK. Dukuh Pencar terdapat 5 RT yang terdiri dari 144 KK. Dukuh paten terdapat 4 RT terdiri dari 123 KK. Dukuh adiloko terdapat 4 RT terdiri dari 151 KK. Jumlah penduduk keseluruhan desa Rowosari 2.321 jiwa terdiri dari 1.168 jiwa Laki-laki dan 1153 jiwa Perempuan. Untuk sumber air minum berasal dari mata air, sumur galian dan sungai.
1.2  Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Penduduk Desa Rowosari bermata pencaharian sebagai Petani, Buruh tani, Pedagang, Buruh/Swasta, Pegawai negeri, pengrajin, peternak dan montir. Sebagian besar masyarakat Rowosari bermata pencaharian sebagai petani dimana jumlahnya mencapai 400 orang. Berikut jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian:
Petani              : 400 orang
Buruh tani       : 350 orang
Pedagang         : 16 orang
Buruh/swasta   : 56 orang
Pegawai neger : 18 orang
Pengrajin         : 2 orang
Peterna                        : 6 orang
Montir             : 1 orang
1.3  Komposisi penduduk Menurut Usia
Penduduk di desa Rowosari terdiri dari 2321 jiwa yang terdiri dari 1.168 laki-laki dan 1.153 perempuan. Jika dikelompokkan menurut usia maka dapat dihitung dari umur 0 sampai dengan lebih dari 70 tahun. Berikut rincian jumlah penduduk Rowosari berdasarkan usia:
Kelompok Umur
L
P
L+P
a.       00-04
b.      05-09
c.       10-14
d.      15-19
e.       20-24
f.       25-29
g.      30-34
h.      35-39
i.        40-44
j.        45-49
k.      50-54
l.        55-59
m.    60-64
n.      65-69
o.      70++
223
139
112
117
108
106
87
49
75
36
65
33
8
3
7
231
115
124
93
103
95
84
50
82
33
81
32
9
12
9
454
254
236
210
211
201
171
99
157
69
146
65
17
15
16
Jumlah
1168
1153
2321

1.4  Pendidikan
Dalam bidang pendidikan banyaknya penduduk di atas 5 tahun yang Tamat PT/Universitas 16 orang, Tamat D1-D3 12 orang, Tamat SLTA/sederajat 210 orang, tamat SLTP/ sederajat 200 orang, Tamat SD/sederajat 675 orang, Tidak tamat SD 30 orang, usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah 1.495 orang dan Belum/ tidak sekolah 388 orang. Untuk sarana pendidikan terdapat 2 unit TK dan 2 unit SD/MI.

Kamis, 07 Februari 2013

Memperinganti Maulud Nabi Muhammad Saw Bersama KKN PPM UNDIP



Dengan adanya Maulud Nabi, SDN Rowosari memperingati Maulud Nabi Muhammad Saw pada tanggal 30 Januari 2013 di Aula Sekolah SDN Rowosari bersama KKN PPM Tim 1 Tahun 2012-2013 UNDIP. Acara pertama, digebrakan dengan adanya festival marching band dari anak-anak SDN Rowosari mengelilingi Desa Rowosari. Tidak lupa juga ada kelompok marawis dari SDN Rowosari dan pembacaan Al-Qur’an dari beberapa surat.
 Lalu dimeriahkan dengan ceramah yang dipimpin oleh Ustad Muhammad Sarjidi, Spd. yang berprofesi sebagai guru agama juga. Anak-anak dengan sesamak mendengarkannya karena beliau bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad Saw. Cerita-ceritanya membuat anak-anak sangat menyukai agama Islam. Dan menjadi motivasi anak-anak SDN Rowosari lebih rajin melaksanakan kewajiban Islam yaitu solat.

Penyuluhan Pengolahan Limbah Bahan-bahan Masker bersama KKN PPM UNDIP



KKN PPM UNDIP Tim I Tahun 2012-2013 di Desa Rowosari membantu untuk menanggulangi limbah dari bahan-bahan masker yang telah tidak dipergunakan lagi.  Dengan cara mengadakan penyuluhan pengolahan limbah masker tersebut pada hari Sabtu, 26 Januari 2013 di tempat Kantor Balai Desa Rowosari.
Pukul 2 siang sesuai dengan undangan yang kami sebarkan kepada para buruh pembuatan masker di Desa Rowosari yang rata-rata adalah ibu-ibu rumah tangga di Desa Rowosari, telah datang. Kami memberikan solusi untuk pemanfaatan limbah masker tersebut, yaitu pembuatan bantal yang berisi dari limbah bahan masker tersebut. Jadi kami menyarankan untuk memberikan pengetahuan bahwa hasil yang tidak mungkin dijadikan sesuatu barang, bisa saja menjadi barang yang bermanfaat, dengan cara mengolahnya dengan kreatif. Daripada limbah tersebut dibuang dan menumpuk dan tak bisa diurai sama sekali, dan menjadi bencana. Apa salahnya kita mengolah dengan menjadi barang yang bermanfaat.

Kami juga memberikan suatu pemahaman tentang arti suatu bisnis, apabila dalam pengolahan limbah masker itu dijual atau dipasarkan di luar. Tidak heran banyak para ibu-ibu Desa Rowosari sangat antusias dan aktif untuk mengetahui bagaimana caranya. Karena sebagian  daerah Rowosari ini, berprofesi pedagang di pasar. Hal-hal untuk berjualan sangat mereka minati di sini.

Sekirannya selama 2 jam penyuluhan, kami berikan suatu hal yang menjadi bermanfaat untuk para ibu-ibu di Desa Rowosari Kecamatan Limpung Kabupaten Batang.