Minggu, 10 Februari 2013

UMKM Desa Rowosar


Desa rowosari adalah salah satu desa yang berada dalam wilayah kecamatan limpung. Desa Rowosari yang terdiri dari  4 dukuh dan rata-rata setiap dukuh memiliki berbagai umkm. Ada pun beberapa umkm yang dimiliki desa tersebut dijadikan pula sebagai mata pencaharian masyarakat setempat atau hanya sekedar penghasilan tambahan. Macam-macam umkm yang dimaksud antara lain yaitu
  1. Peternakan Lele

Letak peternakan lele yang terbesar yaitu pada dukuh Paten dan Pencar. Lele-lele tersebut akan di pelihara dari bibit hingga menjadi lele jumbo setelah itu akan dijual kepada produsen atau yang sering menjadi pelanggannya, biasanya yang memiliki warung makan yang letaknya tidak jauh dari desa Rowosari juga.
Didalam pertenakan lele ini, kolamnya di bagi menjadi sekitar ada 5 kolam. Ikan yang masih menjadi bibit dikelompokan sesama bibit-bibitnya. Hingga kolam yang berisikan lele jumbo. Kebanyakan permintaan dari para penjual warung makan yaitu lele yang ukurannya sedang saja yaitu panjangnya sekitar 36cm. Ukuran tersebut sudah menjadi ukuran yang standar apabila akan diolah lagi untuk kebutuhan warung makan. Dan tak sedikit juga yang mengambil dari pertenakan lele ini adalah orang-orang sekitar desa Rowosari juga.

  1. Peternakan Ayam

Peternakan ayam adalah umkm yang dimiliki oleh semua dukuh yang ada di Rowosari. Sehingga peternakan ayam merupakan potensi unggulan yang dimiliki desa tersebut. Peternak biasanya menjual langsung pada pelanggannya, karena  peternakan ini adalah milik perseorangan dan biasanya dijual pada luar daerah Rowosari. Ayam-ayam tersebut dijual untuk kebutuhan pasar ataupun rumah makan juga.
Peternakan ini tidak menjual dalam bentuk ayam olahan, tetapi dari kandang langsung ayam yang masih hidup aakan dijual langsung pada pedagang ayam lainnya. Namun pada tahun lalu ayam-ayam dalam peternakan ini pernah terserang penyakit, belum diketahui penyebabnya apa oleh pemiliknya. Untuk mencegahnya para peternak ayam selalu menjaga kebersihan dan mengecek hewan ternaknya secara berkala, bila terlihat ada yang beda ayam tersebut akan dipisahkan dengan hewan ternak lainnya. Sehingga cara tersebut dapat meminimalisir keadaan yang tidak diinginkkan.




  1. Masker
         
   Masker adalah potensi yang terbesar yang ada di desa Rowosari yang dijadikan buruh masker sebagai mata peghasilan tambahan di dalam rumah tangganya, terutama bagi para ibu-ibunya. Setiap rumah yang ada di desa Rowosari tak sedikit yang memiliki mesin jahit dan dalam waktu-waktu luangnya membuat masker. Bila kita mengunjungi desa Rowosari akan banyak kita temui ibu-ibunya yang sedang menunggu anaknya disekolah disambi dengan membuat masker di sekolahan tersebut. Sehingga ibu-ibu disini sangat efesien dalam memanfaat waktu.
Sebenarnya buruh masker itu tidak di berikan  target untuk mencapai berapa masker yang harus dikerjakan dalam sehari. Masker-masker yang dibuat dibedakan menjadi dua ukuran yaitu ada yang kecil dan ada yang besar juga. Biasanya harga yang diberikan untuk masker kecil dijual dengan harga Rp.500 dan yang besar sekitar Rp.800 kepada para distributornya. Jadi yang dibayarkan hanya jasa pembuatan dari masker tersebut karena setiap buruh masker yang mengambil umkm masker ini sudah dari pusatnya diberikan lengkap untuk bahan-bahannya. Sehingga yang akan dihargai hanya jasa dari proses pembuatan masker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar